From our Blog

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Aransemen Baru Ku Tak Pantas di Surga

Proses perjalanan hidup layaknya sebuah cerita. Pahit, manis, susah, senang, jatuh, bangun pastilah siapa saja pernah merasakannya, tapi di balik itu semua hak dan tanggung jawab kepada Sang Maha Pencipta haruslah selalu kita ingat dan tunaikan, tidak ada kata terlambat, dan alangkah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Dalam kesempatan kali ini Dadali Band; Dyrga (Vokal), Yuda (Gitar 1), Richard (Gitar 2), Rixx (Keyboard), Oki (Drum), dan Eka (Additional Bass), group band yang berada di bawah naungan label serta managemen ASCADA Musik Indonesia ini kembali menceritakan perjalanan hidup mereka pada lirik dan musik yang disatukan menjadi sebuah lagu.

Karya mereka yang dibantu peran teman-teman Asbak Band (Capoenk, Chepi, Gupies) di penghujung Mei 2016 ini merilis single religi berjudul ‘Ku Tak Pantas di Surga’. Lagu lama dengan aransemen dan tata vokal yang baru, lebih nyaman dan merdu di telinga.

“Alhamdulillah dengan bantuan teman-teman Asbak Band lagu ini telah kami selesaikan secara maksimal,” ujar para personnel Dadali Band.

Sedikit mengupas cerita dalam lagu ‘Ku Tak Pantas di Surga’ ciptaan Dyrga sang vokalis Dadali Band, menceritakan tentang kesadaran mereka sebagai umat-Nya dengan segala perilaku serta perbuatan dalam menjalani rutinitas sebagai makhluk sosial tak luput dari salah dan khilaf, dan karenanya ketika kesadaran telah menghampiri maka tidak ada kata terlambat untuk belajar memperbaiki semuanya, dengan menjalankan semua perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-Nya.

Wajib untuk disimak dan dinikmati pesan teman teman DADALI Band dalam lagu ini. Kita sebagai sesama manusia sudah sewajarnya untuk saling mengingatkan antara satu dengan yang lainnya.

Semoga dengan lagu ‘Ku Tak Pantas di Surga’ ini dapat menjadikan alaram bagi kita semua untuk selalu memuliakan-Nya.

“Terimakasih kepada managemen dan label ASCADA Musik Indonesia, teman teman Media Radio, TV, Cetak, Online, kerabat serta saudara semua dan terutama DALIES (Fans DADALI Band). Berkat kalian semua kami masih dapat terus berkarya, dan semoga kami akan lebih baik dan positif lagi kedepannya. Amiin,” demikian ungkap para personel Dadali berharap.

Dadali Selalu Sukses dengan Lagu-Lagu Galau

Dadali, group band yang beranggotakan 5 pemuda kelahiran kota Bogor yang dibentuk pada tahun 2009, dan semenjak itu langsung terkenal karena single pertema mereka “Disaat Aku Mencintaimu” yang mudah dinyanyikan dan enak didengar, karenanya mendapatkan rekor MURI untuk lagu dengan viewer Youtube terbanyak dan tercepat (dalam kurun waktu 3 bulan).

Dadali Band beranggotakan Dyrga (vokal), Rickard (gitar), Yuda (gitar), Rixx (keyboard) dan Oki (drum). Dalam perjalanan karirnya di dunia musik Tanah Air Indonesia ini termasuk group band yang produktif, dengan rutin melahirkan single di setiap 3 bulan dari mulai awal mereka terbentuk sampai dengan di tahun 2016 ini, 3 album dan 9 single yang telah dihasilkan group band dadali adalah bukti kreatifitas dan juga konsistensi mereka dalam berkarir di industri musik tanah air indonesia.

2009
Dadali band dengan single serta album perdana mereka yang sama-sama berjudul “Disaat Aku Mencintaimu” dengan materi:
1. Disaat aku mencintaimu
2. Beauty & the beast
3. Cinta bersemi kembali
4. Katakan cinta
5. Kau yang menghilang
6. Hilang
7. Usai
8. Buku diary
9. Rasa cinta
10. Berharap aku kembali

2013
Konsentrasi mematangkan posisi keartisannya Dadali dalam industri musik tanah air Indonesia dijawab mereka dengan lahirnya album kedua mereka yang berjudul “Disaat Aku Tersakiti” dengan materi:
1. Disaat sendiri
2. Disaat aku tersakiti
3. Bintang
4. Mendua
5. Mimpi semata
6. Menjadi pangeranmu
7. Aku telah berdua
8. Saki hatiku
9. Maafkanlah
10. Gadis bukan perawan

Perlahan tapi pasti di tahun ke-4 mereka menjalani perjuangan mereka di industri musik semakin mendapatkan hasil serta tanggapan positif dari masyarakat Indonesia dan juga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Brunei, Timor Leste dibuktikan dengan diundangnya Dadali pada perhelatan akbar yang bertajuk musik di negara-negara tetangga tersebut :

– Maret 2012, konser tunggal di 3 kota di Malaysia: Kuala Lumpur, Kuala Trengganu dan Sabah.
– Mei 2012, Smartone Sahabat Musik Awards 2012 – HKCEC (Hong Kong)
Desember 2012, HKCEC (Hong Kong)
– Maret 2014, Independence Day NKRI (Timor Leste)
September 2015, Independence Day NKRI – Taman Titi Wangsa (Malaysia)
– Mei 2015, Smart Tone Sahabat Musik Awards 2015  (Hong Kong)
– Februari 2016, Hari Jadi Kota Labuan (Malaysia)

Beberapa catatan perolehan penghargaan juga sudah dicapai dadali band melalui album serta single-single mereka yang telah mereka lahirkan selama ini, diantaranya :
Rekor MURI (Januari 2011) – viewer terbanyak dan tercepat.
Klik Awards ANTV (Desember 2011) – Video Musik Terbaik
Sahabat Musik Awards (Hong Kong, Mei 2012) – Top Download
Label Musik Awards (Desember 2010) – Band Pendatang Baru Terbaik

Terkait prestasi mereka untuk dapat diterima oleh masyarakat luas bukanlah hal yang mudah dan singkat, melalui rangkaian promosi setiap bulan dan tahunnya dadali band telah menjadi acuan stasiun radio dan juga pastinya stasiun televisi lokal dan nasional, yang semua dirangkum dalam tautan Youtube.

Beberapa single Dadali pun semakin hari semakin banyak orang menyanyikan dan menggan-drunginya, dapat dilihat di Youtube dengan viewer terhitung puluhan juta jumlahnya.

Dadali berharap dengan perjuangan dan pengorbanan serta prestasi yang telah dilalui akan dapat menjadi acuan semangat dan keyakinan bagi dadali band untuk menatap masa depan yang lebih positif.

“Terimakasih kepada Alloh Tuhan YME, terima-kasih atas semua support dan doa keluarga, Dalies (sebutan untuk fans dadali band), teman teman media, teman teman event organiser, teman teman productio house, pemerintah, serta management dan label ascada musik indonesia.”

Asbak Band, Produktif Lagu Bagus

Ternyata Salah Mengenalmu, Buka Semua, Membuatmu Cinta Padaku, Bila, Cara Mencintaiku, Aku Tanpa Kamu, Sungguh Aku Rindu. Bilamana kita mengingat beberapa judul lagu tersebut, maka kita akan mulai faham bahwa musisi ataupun Group Band yang menghasilkan karya-karya tersebut adalah ASBAK Band. 

Band yang awal terbentuknya digawangi oleh Arthur, Capoenk, Rully, Iman, dan Jazzy, melahirkan Album perdana mereka di Tahun yang sama 2008 yang bertitle “Membuatmu Cinta Padaku” dengan Tiga Single jagoan mereka; Ternyata Salah Mengenalmu, Buka Semua, Membuatmu Cinta Padaku.

ASBAK Band dengan sangat cepat diterima oleh para pencinta musik Tanah Air, dibuktikan dengan ba- nyaknya permintaan penampilan mereka di stasiun televisi baik lokal atau pun nasional, diputarnya single single mereka hampir di setiap radio yang ada di Indonesia dan beberapa negara tetangga, juga permintaan event organizer guna menjadi bintang tamu di acara-acara yang mereka helat.

Di tengah proses perjuangan guna kesuksesan ASBAK Band, pada Tahun 2010 ASBAK Band dengan sangat terpaksa harus berganti susunan personel, dikarenakan ke- sibukan sebagian besar personnel mereka pada pekerjaan utama mereka, maka di tahun tersebut terlahir kembalinya ASBAK Band ditandai dengan kehadiran anggota barunya Gondray (Bass), Gupies (Drum), Chepi (Keyboard), Bobby (Vokal).

Tidak terkendala personnel baru itulah jawaban ASBAK Band ketika ditanya terkait perbedaan personnel terdahulu dengan yang baru, itu dikarenakan kesemua anggota baru ASBAK Band adalah merupakan teman-teman musisi dengan tempat tongkrongan yang sama yakni Condet, Jakarta Timur, ditambah dengan peran Capoenk sebaga satu satunya personnel terdahulu yang masih bertahan menuntun serta merangkul setiap anggota baru menjadi satu kesatuan ASBAK Band.

Album kedua ASBAK Band yang berjudul ‘Bila’ adalah bukti dari suksesnya chemistry yang terjalin diantara satu sama lain personnel ASBAK Band, dengan dua single jagoan mereka “Cara Mencintaiku” dan “Bila”, melanjutkan cita cita mereka dan serta profesi mereka yaitu sebagai pekerja seni.

Lagu-lagu dalam Album kedua tersebut langsung dapat diterima oleh pencinta musik Tanah Air, sebagai jawaban dari pertanyaan Fans serta kerabat ASBAK Band terkait karya-karya mereka.

2014, sang vokalis pengganti Arthur yakni Bobby mengundurkan diri terkait alasan keluarga, dan karenanya di Tahun 2014 tersebut ASBAK Band resmi menerima kedatangan anggota baru, Jovan yang hingga kini masih menjadi vokalis ASBAK Band. Vokalis dengan jam terbang yang matang, karena sudah malang melintang menjadi vokalis Band Top 40 ini, dirasa tepat menjadi pengganti Bobby, warna serta karakter vokal yang mumpuni dan cocok dengan kriteria vokalis ASBAK Band sebagai alasannya.

Hadirnya Jovan sebagai vokalis ASBAK Band, hingga saat ini telah menghasilkan dua single mereka, yang pertama berjudul ‘Aku Tanpa Kamu’ dan ‘Sungguh Aku Rindu’ dengan viewer Youtube yang setiap harinya semakin banyak yaitu kurang lebih 5 juta viewer, ASBAK Band perlahan-lahan kembali me- nemukan semangat dan juga keyakinan mereka guna menekuni pekerjaan mereka sebagai pekerja seni.

Harapan masih dan akan terus dikumandangkan melalui usaha dan juga kreatifitas serta doa guna semakin sukses serta positif ke depannya.

Terimakasih kepada label dan managemen ASCADA Musik Indonesia, teman-teman media radio, televisi, cetak serta online juga teman teman Production House dan Event Organizer, sahabat ASBAK Band di manapun berada serta ALLAH  YME.

Sela Seli Bakal Dijagokan Ilir7

Rasa yang membuat kita penasaran dan deg-degan tapi tidak bias berbuat dan berharap banyak untuk menyikapinya.

Empat cowok kelahiran Lubuk Linggau Sumatra Selatan,  yang sedari tahun 2012 sudah tergabung dalam Group Band ILIR 7 Ave (vokal), Zinc (gitar), Vic (bass), Ricky (drum) perlahan tapi pasti meretas karir mereka di Industri Musik Tanah Air, “Pahit susah getir senang bahagia sudah kita sama-sama lalui dan
sekarang menjadi modal kita untuk lebih percaya diri menatap masa depan”, ujar Ave sang Vocalis.

Bermodalkan musikalisasi yang identik dan warna vokal yang khas, di Awal Tahun 2016 ini, mereka
merilis single baru mereka yang berjudul “Sela Seli”, yang merupakan single ke-3 Group Band ILIR-7, tentunya ada sedikit perubahan pada tempo lagu pada single ini bilamana dibandingkan dengan single-single sebelumnya, lebih harmonis dan lebih berkarakter, hal tersebut diutarakan para personil ILIR 7 Band.

CERITA atau ide dibalik Lagu “Sela Seli” seperti halnya kebanyakan anak muda jaman sekarang, ketertarikan terhadap lawan jenis terkadang tidak memandang bulu. Namun terkadang dalam mengekspresikan rasa suka terha- dap lawan jenis tersebut melalaikan arti kesetiaan dan kemudian dirangkum lalu selanjutnya diaplikasikan dalam bentuk musik dan lagu yang mudah didengar dan dinikmati.

“Tidak neko-neko alias tidak macam-macam”, ujar Vic bercerita mengenai proses pembuatan musik dan lirik lagu tersebut “Mengalir saja, karena saya memang hampir merasakannya”.

Single pertama yang berjudul “Jangan Nakal Sayang”, single ke-2 berjudul “Kekasih Gelap” dan single ke-3 berjudul “Cinta Terlarang” yang boleh dibilang sukses bilamana kita simak viewer youtube masing-masing single tersebut, dan juga antusias setiap pengunjung acara Off Air dan On Air setiap kali ILIR 7 Band Tampil “Sudah Bisa dinyanyikan bersama” semakin termotifasi dan semakin rendah diri serta semakin kreatif adalah upaya dari masing-masing Personil ILIR 7 Band dalam semangat mereka mengusung Single baru mereka “CINTA TERLARANG” di Tahun 2016, Dukungan serta arahan Management serta Label ASCADA Musik Indonesia yang selalu menyertai.

Terimakasih atas dukungan setiap sahabat yang telah meluangkan waktu dan support kepada ILIR 7 Band di bidangnya masing-masing, semoga kami dapat terus mempertanggung jawabkan waktu dan support sahabat semua.

Papinka Rilis Single Romantis AKU MASIH CINTA


Januari 2016, BJ (Drum), Andre (Bass), dan Chevra (Vocal), yang tergabung di dalam Group Band PAPINKA kembali merilis single terbaru mereka berjudul “Aku Masih Cinta”.

Masih dalam balutan genre Pop, Papinka yang mulai terbentuk pada bulan Mei  Tahun 2010 ini, melanjutkan eksistensi mereka dengan konsisten melahirkan single-single terbaiknya, yang pastinya visi serta misi ketiga sahabat ini masih terus terpelihara

“Bermusik adalah pilihan hidup dan karenanya untuk menjala-ninya dibutuhkan proses kesabaran dan usaha serta focus juga keuletan” ucap Chevra sang vocalis.

Pergi Merantau sejak Tahun 2010 dari Bangka Belitung ke Kota Jakarta meninggalkan teman sahabat dan keluarga adalah merupakan pengorbanan awal mula dari terbentuknya Group Band PAPINKA, dan Alhamdulillah selama kurang lebih Lima Tahun meniti karirnya di blantika musik, PAPINKA perlahan tapi pasti telah menemukan jalan dan kesuksesan yang menjadi tujuan mereka, tentunya dengan dukungan dari keluarga, Management serta label ASCADA Musik Indonesia dan juga “PAPINERS” (sebutan untuk Fans PAPINKA).

Debut single-single terdahulu yang telah dirilis Group Band PAPINKA (Dimana Hatimu, Masih Mencintainya, Hitungan Cinta, Aku Ingin Surga, Dirimu Bukan Untukku) cukup sukses dan diterima di kalangan pencinta musik Indonesia dan juga beberapa Negara Tetangga (Malaysia, Hongkong, Taiwan, Brunei, Singapura) dengan sering diputarnya single-single PAPINKA Band terdahulu di radio-radio Stasiun Televisi lokal dan juga Nasional Indonesia serta beberapa Negara, bahkan khusus untuk Lagu berjudul “Masih Mencintainya” PAPINKA meraih beberapa penghargaan di negara tetangga di tahun 2015 merupakan bukti nyata kerja keras ketiga bersabat ini.

“Aku Masih Cinta” single terbaru PAPINKA ini yang diciptakan oleh Chevra (vokalis) menceritakan tentang kecintaan seseorang terhadap lawan jenisnya yang bersifat abadi juga tulus apa adanya, masih menyuarakan pengalaman pahit dan manis dalam menjalin hubungan Percintaan.

Sepertinya cerita dalam lagu ini merupakan ungkapan hati dari salah satu personelnya, tak elak maka ketika kita mendengarkan untaian lirik dan juga musik dalam lagu ini maka kita akan ikut merasakan rasa yang sama seperti yang mereka alami.

Ingin terus tetap berkarya dan memberikan totalitas serta yang terbaik adalah prinsip PAPINKA Band dalam bermusik, semoga di Tahun 2016 ini dan yang akan datang Lagu-lagu kami, ungkapan hati kami serta ketulusan kami akan dapat terus diterima dan dinikmati para pencinta musik (Amin).

Ilir7 Makin Mantab di Jalur Pop Melayu CINTA TERLARANG

Rasa yang membuat kita penasaran dan deg-degan tapi tidak bias berbuat dan berharap banyak untuk menyikapinya.

Empat cowok kelahiran Lubuk Linggau Sumatra Selatan,  yang sedari tahun 2012 sudah tergabung dalam Group Band ILIR 7 Ave (vokal), Zinc (gitar), Vic (bass), Ricky (drum) perlahan tapi pasti meretas karir mereka di Industri Musik Tanah Air, “Pahit susah getir senang bahagia sudah kita sama-sama lalui dan sekarang menjadi modal kita untuk lebih percaya diri menatap masa depan”, ujar Ave sang Vocalis.

Bermodalkan musikalisasi yang identik dan warna vokal yang khas, di Awal Tahun 2016 ini, mereka merilis single baru mereka yang berjudul “Cinta Terlarang”, yang merupakan single ke-3 Group Band ILIR 7, tentunya ada sedikit perubahan pada tempo lagu pada single inibilamana dibandingkan dengan single-single sebelumnya, lebih harmonis dan lebih berkarakter, hal tersebut diutarakan para personil ILIR 7 Band.

CERITA atau ide dibalik Lagu “Cinta Terlarang” seperti halnya kebanyakan anak muda jaman sekarang, ketertarikan terhadap lawan jenis terkadang tidak memandang bulu. Itu adalah hasil curhatan salah seorang “Sahabat Ilir” (sebutan untuk para penggemar ILIR 7 Band), ketika hadir di lokasi On Air salah satu Stasiun Televisi Swasta Nasional, curhatan tersebut pun mengalir indah di telinga “Vic (bass)” dan kemudian dirangkum lalu selanjutnya diaplikasikan dalam bentuk musik dan lagu yang mudah didengar dan dinikmati.

“Tidak neko-neko alias tidak macam-macam”, ujar Vic bercerita mengenai proses pembuatan musik dan lirik lagu tersebut “Mengalir saja, karena saya memang hampir merasakannya”.

Single pertama yang berjudul “Jangan Nakal Sayang” dan single ke-2 berjudul “Kekasih Gelap” yang boleh dibilang sukses bilamana kita simak viewer youtube masing-masing single tersebut, dan juga antusias setiap pengunjung acara Off Air dan On Air setiap kali ILIR 7 Band Tampil “Sudah Bisa dinyanyikan bersama” semakin termotifasi dan semakin rendah diri serta semakin kreatif adalah upaya dari masing-masing Personil ILIR 7 Band dalam semangat mereka mengusung Single baru mereka “CINTA TERLARANG” di Tahun 2016, Dukungan serta arahan Management serta Label ASCADA Musik Indonesia yang selalu menyertai.

Terimakasih atas dukungan setiap sahabat yang telah meluangkan waktu dan support kepada ILIR 7 Band di bidangnya masing-masing, semoga kami dapat terus mempertanggung jawabkan waktu dan support sahabat semua. (PR)

Via Vallen Rilis Single Baru Secawan Madu

Dara ayu kelahiran Surabaya yang telah sukses dengan single perdananya “Selingkuh”, mengawali tahun 2016 ini penyanyi dangdut yang dijuluki “Ratu Pop Dangdut Koplo” ini dengan percaya diri merilis single terbarunya yang berjudul “SECAWAN MADU” dengan mengedepankan teknik vocal dibawah naungan label dan manajemen artis ASCADA Musik Indonesia dan berkat dukungan dari Vianisty (sebutan untuk fans Via Vallen).

Meniti karir dengan melanglang di hampir setiap panggung hiburan dangdut di Indonesia, Via Vallen memulai langkah awal karirnya di ranah keartisan Indonesia tahun 2014 dengan single perdananya yang berjudul “Selingkuh”. Kehadiran Via Vallen di Industri musik dangdut tanah air terbilang mendapatkan kesuksesan, dengan bukti penampilan Via Vallen di setiap acara musik dangdut yang ditayangkan televisi baik lokal atau pun Nasional, dan dipastikan dengan raihan 6 Nominasi dengan 3 Awarding program Musik Stasiun Televisi Nasional Tahun 2015 :

1. SCTV, Inbox Awards, Kategori
  • Penyanyi Dangdut Pendatang Baru Terpopuler
  • Lagu Terpopuler
2. Indosiar, Indonesia Dangdut Awards
  • Penyanyi Dangdut Pendatang Baru Terpopuler
  • Lagu Terpopuler
3. MNC TV, Anugrah Dangdut Indonesia
  • Penyanyi Dangdut Pendatang Baru Terpopuler
  • Lagu Terpopuler. 
Yang berbeda coba ditawarkan oleh Via Vallen, dari lagu sebelumnya Via Vallen menyanyikan Lagu POP ke dalam balutan musik dangdut, dalam single “Secawan Madu” yang nota bene lagu tersebut telah terlebih dahulu dibawakan artis senior dangdut beberapa tahun yang lalu, maka kali ini Via Vallen dengan semangat dan percaya diri menunjukkan kemahirannya bernyanyi dangdut dengan versinya.

Single recycle yang diremix ke dalam House Dangdut Disko ini “Secawan Madu” terdengar lebih fresh dan yang pastinya dapat membuat seluruh persendian kita jadi bergoyang.

Secawan madu diciptakan oleh Abunawas & Joe Real, semoga karya beliau-beliau semakin dapat diterima pencinta musik dangdut tanah air dengan warna baru versi Via Vallen.

Ascada Musik Turut Meriahkan Jakarta Musik Festival 2014

Ascada Musik Indonesia ikut ambil bagian dalam event 36 Jam Nonstop Music tanggal 29–30 November 2014 di Gelora Bung Karno ( Lapangan D ), Senayan Jakarta dengan menampilkan artis-artis unggulannya antara lain Dadali, Papinka, Asbak Band dan ILIR7 yang dengan apik  menampilkan performanya di pagelaran musik multi genre dan lintas generasi.

Menggunakan dua panggung berdaya 1 juta watt lighting dan laser, 200 ribu watt sound, Gebyar Musik Multi Genre dan Lintas Generasi ini diharapkan akan semakin menumbuhkan industri musik Indonesia. Keempat band andalan Ascada Musik ini akan menampilkan single-single yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi para penggemarnya di seluruh Tanah Air.

Selain artis-artis Ascada yang akan tampil di event, tampil juga 100 Artis dari berbagai genre; Pop, Dangdut, Melayu, Rock, Jazz, Reggae, Country, Musik Anak, Tradisional, R&B, Trance, Live DJ.

Dadali

Papinka

Asbak Band

Ilir-7

Via Vallen

Mayang Jasmine

Djaka

New Syclon

Maishaka

Alice

Aika

 
Copyright © 2014 Ascada Musik Indonesia